Rencana-Nya begitu Indah (end)

    Bagiku persiapan menuju hari pernikahan begitu sangat cepat berlalu, sedari awal aku memilih Queen Wedding Project sebagai wedding organizer (WO) milik kakak kelasku dulu di Mts untuk membantu agar aku tak sungkan meminta saran. Alhasil, saat aku dan dia memutuskan untuk merubah total semua rencana pernikahan kami aku tak sulit untuk berkonsultasi. Di H-2 minggu peraturan pemerintah dalam hal melangsungkan pernikahan saat pandemi ini dibatasi hanya 30 orang dan itu pun sebatas akad saja, tidak boleh ada rangkaian acara lainnya. Setelah berdiskusi akhirnya aku memilih tempat akad di Mesjid raya parongpong tepat dibelakang kantor KUA dan itu diperbolehkan oleh pihak KUA dan DKM Masjid, asal mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Aku pun membuat susunan acara akad nikah dengan singkat dibantu oleh WO untuk direvisi.
    H-1 minggu ibuku menyarankan setelah akad nikah untuk memberi jamuan makan siang kepada tamu keluarga yang diundang. Aku dan calon suami pun berdiskusi dan mencoba mencari lokasi tempat makan yang tak jauh dari lokasi akad. Namun setelah survey bersama dengan keluarga calon suamiku dan difikirkan lagi, jika makan dirumah makan tidak akan leluasa. Kami pun mencoba survey ke villa yang lokasinya tak jauh dari lokasi akad. Akhirnya kami menemukan villa milik saudara keluarga calon suamiku dan memasukkan rencana ini sebagai rencana baru.
    Setelah berdiskusi dengan calon suami dan keluarga, akhirnya diputuskanlah setelah acara akad kami mengajak tamu undangan (keluarga dan sahabat dekat) untuk menyantap hidangan yang telah disediakan dan bisa berfoto bersama. Acara di villa pun hanya sebatas ramah tamah dan foto tanpa ada rangkaian acara, agar terkesan santai dan bebas. Sempat ada rasa sedih mengapa aku tak bisa menyelenggarakan pernikahan sesuai dengan impianku dan mengundang semua temanku, tapi apa daya aku tak bisa memaksakan kehendak, calon suamiku selalu mengingatkanku akan hal ini, harus ikhlas dan sabar dengan apa yang terjadi apabila tidak sesuai dengan keinginan kita. Jika Allah SWT berkehendak maka apapun bisa terjadi, tapi jika tidak? kita harus ikhlas, karena apa yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita dan apa yang tidak kita inginkan belum tentu buruk untuk kita, kembalikan semua pada Allah SWT karena hanya Allah SWT yang mengetahui segala yang terbaik untuk seorang hamba-Nya.  
    Hari Akad nikah pun tiba, sebelum subuh aku dan keluargaku bergegas menuju villa untuk bersiap-siap. Sebelum make up aku merasa biasa saja, namun saat MUA mulai merias wajahku, aku mulai deg degan dan tanganku bergetar, pertanda bahwa aku mulai grogi. Kemudian dua sahabatku datang membuatku semakin deg-degan. Saat aku selesai make up dan melihat hasilnya, jantungku semakin berdegup kencang, riasan dan pakaian ini merupakan salah satu impianku. Aku bersyukur, aku bisa mewujudkannya. Setelah persiapan selesai aku bergegas menuju tempat akad bersama sahabatku.
    Atas izin Allah SWT akad nikah berjalan lancar dengan mengikuti protokol kesehatan sesuai rencana yang telah diubah, saat calon suamiku mengucap ijab kabul aku meneteskan air mata, aku telah dinikahi dan aku sekarang menjadi seorang istri. Teman kuliahku dulu sekarang menjadi suamiku, teman hidupku. Sudah ada dititik ini aku harus banyak bersyukur, nikmat  yang Allah SWT berikan kepadaku tak ada habisnya, aku tak menyesal mengambil keputusan apapun sejauh ini, karena semua terjadi atas izin Allah SWT dan yang pasti rencana-Nya tak pernah tak indah. Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dalam setiap proses yang aku alami sampai menuju hari pernikahan. Benar apa kata orang, menuju hari pernikahan itu banyak sekali ujian dan cobaannya, Alhamdulillah aku dan suamiku bisa melaluinya, semua tak pernah lepas dari campur tangan Allah SWT.
    Setelah menikah aku ikut suamiku pindah ke Bekasi selama 1 tahun, kemudian karawang dan saat ini ada disubang, menjalani peran baru sebagai seorang istri dan ibu rumahtangga. Menikah bukanlah akhir dari sebuah hubungan, bahkan gerbang awal dari kehidupan baru. Satu yang sudah aku rasakan hingga saat ini adalah kuncinya sabar, jangan terlalu berharap pada manusia karena sebaik-baiknya tempatmu berharap hanyalah kepada Allah SWT. 
    Semua yang aku tulis ini benar-benar terjadi pada diriku tanpa ada yang dilebih-lebihkan, dan apa yang aku sampaikan juga bersumber dari sudut pandang dan pengalaman yang telah aku alami hingga sampai saat ini. Jangan pernah menyesali masa lalu, jadikan masa lalu sebagai pembelajaran untuk kedepannya kita menjadi lebih dewasa. Aku masih perlu banyak belajar dan harus terus belajar. Saat ini usia pernikahanku sudah menginjak 1 tahun 5 bulan, masih menanti kuasa dari Allah SWT untuk dikaruniai buah hati dengan terus berikhtiar dan berdo'a. Pada titik ini aku harus tetap percaya dan yakin bahwa Allah SWT tahu kapan waktu terbaik untuk kita, dan yang pasti rencana-Nya akan indah pada waktunya. Mohon do'a nya yaa para pembaca, mudah-mudahan aku segera diizinkan oleh Allah SWT mendapatkan garis dua, dan keluargaku menjadi keluarga yang harmonis, sakinah mawwadah warrahmah, aamiin ya rabbal alamiin.

Terimakasih untuk yang sudah membaca, semoga apa yang aku sampaikan bisa bermanfaat untuk kalian dan bisa dijadikan pembelajaran atau dapat diambil hikmahnya.

(Siapa tau ada yang perlu, ini nama Instagram beberapa vendor pernikahanku atau lebih jelasnya bisa cek di Instagram aku juga yaa @zahraaisyah_ , ini dia :

    Venue : Villa Adiva (Villa Istana Bunga Bandung)
    MUA : @perbawasari
    Henna : @zahirah_henna
    WO    : @queenweddingproject
    Decoration & Catering : @sentralcatering38
    Photographer : @Sheograph 
   


    
    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana-Nya begitu indah (1)

Rencana-Nya begitu Indah (2)